<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0">
<channel>
    <title>RSS PPTQ Al Lathifiyah Marzuqi</title>
    <description>Website resmi Pondok Pesantren Al Lathifiyyah hadir sebagai media informasi dan komunikasi yang memudahkan santri, orang tua, serta masyarakat untuk mengenal dan mengikuti kegiatan pesantren. Situs ini menyajikan berbagai informasi penting terkait pr</description>
    <link>https://allathifiyyah.com</link>
    <language>id-id</language>
    <item>
        <title>Mengenal KH. Marzuqi Syakur: Sosok Ulama yang Tawadhu dan Istiqomah</title>
        <link>https://allathifiyyah.com/berita/detail/mengenal-kh-marzuqi-syakur-sosok-ulama-yang-tawadhu-dan-istiqomah</link>
        <description>KH. Marzuqi Syakur lahir pada tahun 1945 di Dusun Nglingi, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Beliau lahir dari pasangan ulama yang mulia, yaitu Syaikh Abd. Syakur bin Jabbar (seorang waliyullah sekaligus pendiri Pondok Pesantren Asy-Syakur) dan Ny. Hj. Ummi Kultsum binti Kyai Masdar. Tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat taat beragama, Kyai Marzuqi sejak kecil telah ditanamkan pendidikan agama yang kuat serta nilai-nilai kejujuran langsung oleh sang ayah. Beliau merupakan anak kedua dari empat bersaudara, bersama dengan Ny. Hj. Maimunah, KH. Misbah, dan Ny. Hj. Munawaroh. Latar belakang inilah yang membentuk beliau tumbuh menjadi sosok religius, pelopor penyiaran Islam, serta figur yang sangat disegani dan dicintai oleh masyarakat.

Demi menimba ilmu, Kyai Marzuqi menempuh rihlah ilmiah di berbagai pondok pesantren salaf terkemuka. Beliau memulai pendidikannya pada tahun 1957 di Pondok Pesantren Abu Dzarrin, Kendal, Bojonegoro selama tiga tahun di bawah bimbingan langsung Syaikh Dimyati, hingga akhirnya sempat ikut mengajar di sana. Selanjutnya, pada tahun 1963 hingga 1967, beliau melanjutkan sanad keilmuan di Pondok Pesantren Jampes, Kediri, lalu berpindah ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri pada tahun 1967 hingga 1969, sebelum akhirnya memperdalam khazanah keilmuan di Sidoresmo, Surabaya pada tahun 1969 sampai 1970.

Pada tanggal 27 Agustus 1972, dalam usia sekitar 37 tahun, Kyai Marzuqi melangsungkan pernikahan dengan Ny. Hj. Rofi’atin binti KH. Thohir. Dari pernikahan yang penuh berkah ini, beliau dikaruniai empat orang putra-putri yang meneruskan garis perjuangan beliau, yaitu Ny. Ummamah Marzuqi, Ny. Hj. Lathifatul Mun’immah Marzuqi, Ny. Mu’ammirotul Hikmah, dan Ky. M. Ali Baidhowi.

Sekembalinya dari berkelana mencari ilmu, tepatnya mulai tahun 1970, Kyai Marzuqi menetap (mukim) di rumah dan dengan penuh keistiqomahan mengajar santri serta masyarakat. Kitab-kitab yang beliau ajarkan meliputi berbagai cabang disiplin ilmu, seperti Tafsir, Hadits, Tauhid, Nahwu, Balaghah, hingga Tasawuf. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah SWT dan mengamalkan ajaran sunnah Rasulullah SAW. Karakter mulia beliau tercermin dari sikapnya yang selalu mengalah, rendah hati (tawadhu), serta penyabar. Segala lapisan masyarakat ia rangkul tanpa memandang status sosial—baik kaya maupun miskin, tua ataupun muda. Dalam menyebarkan syiar Islam, beliau menggunakan pendekatan kekeluargaan yang menyentuh hati, salah satunya dengan secara sukarela membagikan kopiah dan sarung kepada warga yang belum melaksanakan shalat agar mereka tergerak untuk beribadah. Beliau juga selalu menjaga lisan, mengedepankan akhlakul karimah, serta menjauhkan diri dari sikap menggunjing atau menjelek-jelekan orang lain. Jangkauan dakwahnya sangat luas, meliputi daerah Soko, Ngasem, Besaran, Dukohkidul, Banjarejo, Banjarsari, hingga merambah ke wilayah Kabupaten Tuban.

Selain berdakwah secara personal, Kiai Marzuqi juga aktif berkhidmat di Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1973 hingga 1978, sekaligus mengabdikan diri untuk mengembangkan pondok pesantren, madrasah formal, serta Madrasah Diniyah (Madin) yang diwariskan oleh sang ayah. Sepeninggal ayahandanya pada tahun 1986, beliau meneruskan estafet perjuangan dengan aktif mendirikan jaringan Jam&#039;iyah Tahlil dan Manaqib yang tersebar di kurang lebih 50 tempat di berbagai pelosok desa. Kyai Marzuqi Syakur konsisten membimbing umat hingga akhir hayatnya, sampai beliau berpulang ke rahmatullah pada tahun 1999 dalam usia 54 tahun. Untuk mengenang jasa, keteladanan, dan perjuangan besar beliau, pondok pesantren yang beliau asuh kini dinamai Pondok Pesantren Syakur Al Marzuqi, yang roda pendidikan dan dakwahnya terus dilanjutkan dengan istiqomah oleh putra-putri beliau hingga saat ini.
</description>
    </item>
    <item>
        <title>Jejak Perjuangan KH. Abd. Syakur (Waliyyun Hamim)</title>
        <link>https://allathifiyyah.com/berita/detail/jejak-perjuangan-kh-abd-syakur-waliyyun-hamim</link>
        <description>KH. Abd. Syakur, yang dikenal pula dengan sebutan Syaikh Abd. Syakur Waliyyun Hamim, merupakan salah satu ulama kharismatik yang memiliki peran besar dalam bidang pendidikan, dakwah Islam, serta perjuangan mempertahankan agama dan bangsa. Beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syakur yang berlokasi di Dusun Nglingi, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Latar Belakang Keluarga dan Masa Kecil

KH. Abd. Syakur lahir pada tahun 1906 dari pasangan Kiai Abdul Jabbar bin Syafii (dikenal sebagai Suro Drono) dan Nyai Khodijah binti Joyorono. Beliau berasal dari keluarga yang memiliki garis perjuangan agama yang kuat. Sejak kecil, KH. Abd. Syakur telah mendapatkan pendidikan agama secara langsung dari ayahnya, yang kemudian membentuk kecintaan beliau terhadap ilmu dan kehidupan keislaman.

Rihlah Ilmu dan Pendidikan Pesantren

Dalam rangka memperdalam ilmu agama, KH. Abd. Syakur menempuh perjalanan panjang menuntut ilmu di berbagai pesantren. Di antaranya Pondok Pesantren Al-Mustofa Panjunan Kalitidu, Pesantren Banjarsari, Kendal, Langitan, Sidoresmo Surabaya, Jamsaren Pacitan, hingga Pesantren Tebu Ireng Jombang di bawah asuhan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Proses rihlah ini membentuk kedalaman keilmuan, kedewasaan spiritual, serta karakter istiqomah dalam diri beliau.

Kehidupan Keluarga

Pada tahun 1938, KH. Abd. Syakur menikah dengan Nyai Umi Kulsum, putri dari guru beliau, KH. Masdar. Dari pernikahan tersebut, beliau dikaruniai beberapa putra-putri yang kemudian turut menjadi bagian dari perjalanan dakwah dan pengabdian keluarga besar pesantren.

Perjuangan Bela Negara

Selain sebagai ulama, KH. Abd. Syakur juga tercatat sebagai pejuang bangsa. Pada masa pendudukan Jepang, beliau mengikuti pendidikan semi-militer. Ketika meletus perang kemerdekaan, beliau bergabung dalam pasukan Hisbullah dan turut serta dalam pertempuran mempertahankan Surabaya pada November 1945.
Pada masa berikutnya, beliau juga aktif menghadapi ancaman ideologi komunisme yang mulai masuk ke berbagai lini kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Perjuangan di Bidang Pendidikan dan Dakwah

Setelah wafatnya sang ayah pada tahun 1932, KH. Abd. Syakur melanjutkan amanah mengelola masjid keluarga yang kemudian berkembang menjadi Pondok Pesantren Asy-Syakur. Pesantren ini tidak hanya mengajarkan kitab-kitab klasik, tetapi juga mengelola pendidikan formal mulai dari PAUD, RA, MI, MTs, hingga MA yang berafiliasi dengan Kementerian Agama.
Selain itu, beliau turut mendorong berdirinya madrasah dan majelis pengajian di berbagai desa di wilayah Bojonegoro dan Tuban. Sejak tahun 1928, aktivitas dakwah beliau telah menjangkau puluhan titik pengajian yang terus berjalan hingga hari ini.

Kepribadian dan Keteladanan

KH. Abd. Syakur dikenal sebagai sosok yang sederhana, disiplin, istiqomah, dan sangat peduli kepada umat. Beliau menjaga sholat berjamaah, memperbanyak ibadah sunnah, serta mengedepankan musyawarah dalam setiap urusan. Dalam kehidupan sehari-hari, beliau mencontohkan hidup bersahaja dan penuh kasih sayang kepada santri maupun masyarakat.

Wafat dan Warisan Perjuangan

KH. Abd. Syakur wafat pada Selasa Pon, 27 Sya&#039;ban 1406 H / 6 Mei 1986 M, saat menjalankan aktivitas pengajian rutin. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi umat. Para ulama yang hadir memberikan kesaksian atas ketinggian spiritual beliau, dengan menyebutnya sebagai salah satu wali Allah.
Meski telah wafat, perjuangan, ilmu, dan nilai-nilai yang beliau tanamkan terus hidup melalui Pondok Pesantren Asy-Syakur serta jaringan dakwah dan pendidikan yang beliau rintis.

Sumber : KH. M. Musdar, Ketua Yayasan Pendidikan As-Syakur Nglingi Bojonegoro
</description>
    </item>
    <item>
        <title>Penerimaan Santri Baru PPTQ Al Lathifiyah Marzuqi Tahun Ajaran 2026/2027 Telah Dibuka!</title>
        <link>https://allathifiyyah.com/berita/detail/penerimaan-santri-baru-pptq-al-lathifiyah-marzuqi-tahun-ajaran-20262027-telah-dibuka</link>
        <description>Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Lathifiyah Marzuqi Sy membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Pendaftaran dibuka bagi calon santri yang ingin menempuh pendidikan berbasis Al-Qur’an dan penguatan karakter islami, dengan dukungan fasilitas serta program yang disiapkan sesuai kebutuhan perkembangan zaman.

Sebagai lembaga pendidikan Islam yang berdiri di bawah Yayasan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Lathifiyah Marzuqi Sy, pesantren ini menaungi beberapa unit pendidikan yang memberikan layanan pembelajaran mulai dari tingkat diniyah, formal, hingga pelatihan keterampilan.

Jadwal Pendaftaran

Pendaftaran PSB terdiri dari dua gelombang:


	Gelombang I: 15 Desember 2025 s.d. 14 Maret 2026
	Gelombang II: 16 Maret 2026 s.d. 15 Juni 2026


Calon santri dapat mendaftar sesuai jadwal gelombang dan mengikuti proses seleksi yang telah ditetapkan.

Unit Pendidikan di Bawah Naungan Yayasan

Yayasan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Lathifiyah Marzuqi Sy menaungi beberapa unit pendidikan berikut:


	Pesantren Tahfidz Putra dan Putri
	Madrasah Tsanawiyah Tahfidz Al Lathifiyah
	Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT)
	Madrasah Diniyah Asy Syaquie
	Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Kejuruan Multimedia


Seluruh unit tersebut berjalan dalam satu visi: membentuk generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kesiapan kompetensi di era modern.

Program dan Keunggulan

Dalam penyelenggaraan pendidikan, pesantren menghadirkan berbagai program unggulan, seperti pembinaan tahfidz intensif, kegiatan diniyah harian, pembelajaran akademik berstandar nasional, hingga pelatihan keterampilan berbasis multimedia. Perpaduan antara pendidikan agama, akademik, dan keterampilan ini diharapkan mampu membekali santri dengan pengetahuan dan karakter yang seimbang.

Ayo Daftar Sekarang

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Lathifiyah Marzuqi Sy mengundang para orang tua untuk mendaftarkan putra-putrinya pada gelombang pendaftaran yang telah dibuka. Pendaftaran lebih awal sangat disarankan untuk mendapatkan jadwal seleksi yang lebih cepat dan memastikan ketersediaan kuota.

Informasi selengkapnya dapat diperoleh melalui kontak resmi PSB:
WA: 0857-4135-3302

Dengan dibukanya Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027, pesantren siap menerima generasi baru yang akan dibimbing menuju pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, dan berkelanjutan.

Download brosur disini.
</description>
    </item>
    <item>
        <title>Kegiatan Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 Yayasan PPTQ Al Lathifiyah Marzuqi</title>
        <link>https://allathifiyyah.com/berita/detail/kegiatan-peringatan-hari-guru-nasional-tahun-2025-yayasan-pptq-al-lathifiyah-marzuqi</link>
        <description>Bojonegoro, 25 November 2025 – Yayasan Al Lathifiyah menggelar Peringatan Hari Guru Nasional pada Selasa pagi bertempat di halaman utama yayasan. Acara yang diikuti oleh seluruh guru, siswa, tenaga kependidikan, serta jajaran pengurus yayasan ini berlangsung khidmat dan penuh penghargaan terhadap peran guru sebagai pendidik dan teladan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Guru yang berlangsung tertib dan hikmat. Seusai upacara, acara dilanjutkan dengan pembukaan seremonial dan sambutan dari Ketua Yayasan Al Lathifiyah, Ibu Nyai Hj. Lathifatul Mun’immah, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru atas dedikasi dan pengabdian yang diberikan dalam mendidik generasi muda.

Setelah sambutan ketua yayasan, perwakilan guru yang diwakili oleh Bapak Ahmad Subaqin, turut menyampaikan pesan dan refleksi Hari Guru. Beliau menegaskan pentingnya keteladanan dan komitmen dalam proses pendidikan, serta menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan keluarga besar yayasan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan siswa yang mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan mereka terhadap seluruh guru. Suasana haru semakin terasa ketika salah satu siswa membacakan puisi persembahan untuk guru, menggambarkan betapa besar peran guru dalam membimbing dan membentuk karakter peserta didik.

Memasuki puncak acara, Para siswa memberikan penghargaan Guru Favorit Tahun 2025 kepada Bapak Imam Muhdi, S.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala SMA Islam Terpadu. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, dan kedekatan beliau dengan para siswa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh guru dan civitas yayasan senantiasa diberikan keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan tugas pendidikan. Setelah doa, seluruh peserta mengikuti sesi ramah tamah dengan penuh keakraban, dilanjutkan dengan foto bersama sebagai penutup kegiatan.

Peringatan Hari Guru Nasional di Yayasan Al Lathifiyah tahun ini berjalan dengan lancar dan penuh makna. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara guru, siswa, dan yayasan serta meningkatkan semangat para pendidik dalam mengemban amanah mencerdaskan generasi.
</description>
    </item>
    <item>
        <title>Peringatan Maulid Nabi di PPTQ Al Lathifiyah Marzuqi Berlangsung Khidmat</title>
        <link>https://allathifiyyah.com/berita/detail/peringatan-maulid-nabi-di-pptq-al-lathifiyah-marzuqi-berlangsung-khidmat</link>
        <description>Bojonegoro, 14 September 2025 – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Lathifiyah Marzuqi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Ahad malam, 14 September 2025, bertempat di aula pesantren. Acara yang dilaksanakan bakda Isya tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri warga sekitar, dewan guru MTs Tahfidz Al Lathifiyah dan SMA Islam Terpadu, serta seluruh santri.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lantunan sholawat bersama hadrah santri yang menambah suasana religius. Setelah itu, para hadirin menyimak tausiyah yang mengingatkan kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran warga sekitar menambah semarak acara, sekaligus mempererat silaturahmi antara pesantren dan masyarakat. Dewan guru juga tampak mendampingi para santri, memberikan contoh bagaimana meneladani akhlak Nabi dalam keseharian.

“Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Harapannya, santri maupun masyarakat dapat meneladani akhlak beliau,” ungkap salah satu pengasuh PPTQ Al Lathifiyah Marzuqi dalam sambutannya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan umat, khususnya bagi keluarga besar PPTQ Al Lathifiyah Marzuqi.
</description>
    </item>
    <item>
        <title>Santri PPTQ Al Lathifiyah Kibarkan Semangat Nasionalisme Lewat Paskibraka Ngasem 2025</title>
        <link>https://allathifiyyah.com/berita/detail/santri-pptq-al-lathifiyah-kibarkan-semangat-nasionalisme-lewat-paskibraka-ngasem-2025</link>
        <description>Bojonegoro, 17 Agustus 2025 – Empat santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Lathifiyah Nglingi kembali menunjukkan kiprahnya di tengah masyarakat. Mereka adalah Ahmad Nur Rohman, Ahmad Syihabuddin, Muhammad Agus Roghib, dan Arya Tardiawan Saputra, yang terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Ngasem tahun 2025.

Sebagai santri yang juga menempuh pendidikan di SMA Islam Terpadu, keempatnya berhasil lolos seleksi Paskibraka melalui tahapan administrasi, tes fisik, kedisiplinan, hingga wawancara. Identitas mereka sebagai santri tidak menjadi batasan, justru menjadi kekuatan dalam menampilkan kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab yang selama ini tertanam di pesantren.

Pimpinan PPTQ Al Lathifiyah menegaskan bahwa prestasi ini adalah bukti nyata bahwa santri mampu menyeimbangkan antara ilmu agama dan pengabdian untuk bangsa. “Santri tidak hanya belajar Al-Qur’an dan ilmu agama, tapi juga bisa memberi teladan di masyarakat. Terpilihnya empat santri ini membuktikan bahwa pesantren mampu melahirkan generasi yang religius sekaligus nasionalis,” ungkapnya.

Pada 17 Agustus mendatang, keempat santri tersebut akan mengibarkan bendera merah putih di Alun-Alun Kecamatan Ngasem. Momen itu menjadi simbol bersatunya nilai-nilai pesantren dengan semangat kebangsaan, sekaligus motivasi bagi santri lain agar terus berprestasi di berbagai bidang.
</description>
    </item>
    <item>
        <title>Santri PPTQ Al Lathifiyah Asah Kemampuan Tilawah di Latihan Qori Malam Jumat</title>
        <link>https://allathifiyyah.com/berita/detail/santri-pptq-al-lathifiyah-asah-kemampuan-tilawah-di-latihan-qori-malam-jumat</link>
        <description>Bojonegoro, 14 Agustus 2025 — Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Lathifiyah Nglingi menggelar kegiatan latihan Qori’ rutin pada malam Jum’at, sebagai upaya meningkatkan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an dengan tartil dan seni tilawah yang indah.

Kegiatan yang berlangsung di aula utama pondok ini diikuti oleh santri dari berbagai tingkatan, mulai dari pemula hingga yang sudah mahir. Latihan dipandu langsung oleh ustadz pembimbing yang memberikan materi teknik pernapasan, makhraj huruf, pengaturan nada, hingga pembenahan bacaan sesuai kaidah tajwid.

Pengasuh pondok, Romo KH. Moch Aly Imron MZ, M.M.Pd., menyampaikan bahwa pembinaan Qori’ ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi Qurani yang tidak hanya lancar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menyampaikan ayat-ayat suci dengan penuh penghayatan.


“Latihan rutin ini tidak hanya melatih keterampilan tilawah, tetapi juga membangun rasa cinta para santri terhadap Al-Qur’an. Harapannya, mereka kelak bisa menjadi Qori’ dan Qori’ah yang bermanfaat bagi umat,” ujarnya.


Suasana latihan terasa khidmat ketika beberapa santri diberikan kesempatan tampil membacakan tilawah di hadapan rekan-rekannya. Sorak dukungan dan tepuk tangan mengiringi setiap penampilan, menambah semangat para peserta.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kemudahan dalam mengamalkan Al-Qur’an di kehidupan sehari-hari. Latihan Qori’ malam Jum’at ini sekaligus menjadi ajang mempererat ukhuwah di antara para santri, serta melestarikan tradisi seni baca Al-Qur’an di lingkungan pesantren.
</description>
    </item>
    <item>
        <title>Sambangan Akbar Agustus: Dzikir, Ngaos, dan Silaturahmi Wali Santri PPTQ Al Lathifiyah</title>
        <link>https://allathifiyyah.com/berita/detail/sambangan-akbar-agustus-dzikir-ngaos-dan-silaturahmi-wali-santri-pptq-al-lathifiyah</link>
        <description>Bojonegoro, 09 Agustus 2025 — Pondok Pesantren Tahfidz Quran (PPTQ) Al Lathifiyyah Nglingi sukses menggelar acara Sambangan Akbar yang penuh hikmah dan kekhusyukan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum silaturrahmi antara para santri, pengasuh, serta masyarakat sekitar.

Acara yang berlangsung pada Sabtu pagi tersebut diawali dengan pembacaan Rotibul Hadad oleh Ibu Nyai Hj. Lathifatul Mun&#039;immah, S.Pd., sebagai wujud kecintaan dan pengharapan kepada Rasulullah SAW. Suasana menjadi sangat khidmat saat pengasuh pondok, Romo KH. Moch Aly Imron MZ, M.M.Pd., memimpin langsung pengajian dan membimbing para santri dalam ngaos rutin kitab Tafsir Jalalain.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Moch Aly Imron menyampaikan pentingnya memahami makna Al-Qur’an secara mendalam agar ilmu yang dipelajari tidak hanya sekadar hafalan, tetapi juga bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Ngaos kitab Tafsir Jalalain ini menjadi pondasi utama agar para santri semakin kuat dalam memahami isi kandungan Al-Qur’an dan bisa mengamalkannya dengan baik,” ujarnya.

Acara ini tidak hanya sebagai ajang pengajian, namun juga mempererat tali silaturahmi antar santri dan pengasuh. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan khidmat hingga acara selesai.

Sambangan Akbar PPTQ Al Lathifiyyah Nglingi menjadi bukti komitmen pondok dalam membentuk generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai tuntunan agama.
</description>
    </item>
</channel>
</rss>